8 Sep 2015

rafeeqah.




"engkau tidak rindu?"
        rindu. terlalu..
"kalau bisa aku tahu, engkau punya masalah apa?"
       sukar untukku bicarakan.... senyap.
"masih engkau ingat tentang semua momen dulu?" *senyum tahan tangis*
       ingat. selalu dalam ingatan... *tersenyum juga*
"bagaimana sekarang. masih mahu meneruskannya, teman?"
       entah. aku tidak tahu...
"tidak mahu ketemu mereka yang lain?"
       in shaa Allah. jika Allah izinkan..
"pulang di sana nanti, jangan lupakan kita dan semua yang lain, ya?" *mata berkaca*
       In shaa Allah takkan terlupakan..
"semoga Allah menuntun langkah-langkah kita ya teman"
       ameen. semoga...
"semoga do'a tak pernah putus. hakikatnya kita masih bisa seperti dulu. kan? *senyum lagi..*
       iya. yang selalu kita rindu..

senyum berdua....

_______

kita akan selalu mengingatkan musimnya, kan? saat di mana air mata terbebas mengalir di wajah. saat senyum menghiasi wajah polos itu. saat senyum dan tangis kita menyatu. saat salah satu dari kita berduka, lalu saling menguatkan satu sama lain. sejujurnya, aku tidak bisa menentukan arah takdir Tuhan. aku tidak bisa untuk meminta terus engkau untuk tetap bersama. tapi sejujurnya teman, aku masih menyimpan harapan. sampai sekarang. do'a tidak pernah hilang untuk engkau. dan aku tidak tahu, lewat apa yang mahu Tuhan ajarkan aku tentang semua ini. aku masih tidak nampak hikmahNya. tapi aku masih selalu percaya, dia merencanakan sesuatu, yang tidak pernah kita tahu. iya? semoga engkau baik-baik saja. moga kita masih tetap dalam jalan diridhai Tuhan.

masih kita ingat ujar Saidina Umar Al-Khattab...

"aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah do'aku akan selalu di kabulkan. karena setiap kali Allah mengilhamkan hambaNya untuk berdo'a, maka Dia sedang untuk memberi karunia. yang aku khawatirkan adalah jika aku tidak berdo'a"

lalu temanku, mahunya kita kembali menyambung do'a-do'a semalam dan mengameenkannya sepenuh jiwa. tidak ada yang hilang dari kita, melainkan Allah akan menggantikannya dengan hal yang jauh lebih baik. dan di antara kebahagiaan kita, adalah bisa melihat engkau gembira dan mampu tersenyum lagi. walau hakikatnya, kita saling rindu senyap-senyap, tapi aku selalu percaya, do'a yang kita tuturkan akan disampaikan Tuhan dengan banyak cara. semoga engkau mampu merasanya. :')

untuk yang terakhirnya, terima kasih buat semuanya. terima kasih untuk setiap momen yang punya cerita cinta di dalamnya, juga terima kasih untuk segala kekuatan selama ini. aku cuma inginkan satu, moga kita masih bisa seperti dulu. tidak ada rasa yang menghalang antara kita. itu saja. 

lupa. dan juga satu hal yang aku nak engkau tahu.....

engkau masih tetap rafeeqah. dulu, sekarang dan selamanya. aku sayang engkau karena Allah.

No comments:

Post a Comment